Saturday, 16 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah mengirim lebih dari 10.000 paket ke berbagai kota di Indonesia dan ke beberapa Negara, dan masih terus bertambah InsyaAllah. *Update Agustus 2016.
Home » Blog » Nikmat Uang, Tak Lebih Berharga Dari Kesehatan dan Waktu Luang
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Nikmat Uang, Tak Lebih Berharga Dari Kesehatan dan Waktu Luang

Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani -Rahimahullah- menyatakan bahwa kenikmatan adalah satu nama untuk menyebut segala kebaikan, sehingga kesehatan dan waktu luang termasuk ke dalam kenikmatan. Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- menyatakan bahwa dua kenikmatan di atas banyak dilalaikan oleh manusia, beliau –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam-  bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan, dimana banyak manusia yang terlena/tertipu dengan keduanya yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhori).

Al-Jauhari -Rahimahullah- mengatakan: siapa saja yang tidak menjadikan kesehatan dan waktu luangnya untuk melakukan amal solih maka ia telah tertipu.

Ibnu Baththol -Rahimahullah- mengatakan bahwa makna hadits ini adalah seseorang tidak dikatakan memiliki waktu yang luang sehingga tubuhnya sehat, sehingga siapa saja yang mendapatkan tubuh yang sehat hendaklah bergegas untuk bersyukur kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala- atas semua nikmat yang diberikan oleh-Nya. Di antara bentuk syukur adalah melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya, dan siapa saja yang tidak melakukan ini maka dia termasuk ke dalam orang yang tertipu.

Sabda Rosul –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- di atas yang menyatakan “Banyak manusia yang terlena atau tertipu” mengisyaratkan bahwa mereka yang mendapatkan taufik dari Allah  –Subhanahu wa Ta’ala- untuk bersyukur nikmat jumlahnya sedikit sekali, sedangkan mayoritasnya tertipu. Hal ini senada dengan firman Allah  –Subhanahu wa Ta’ala-:

“…Bekerjalah Hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”  (QS. Saba [34]: 13)

At-Toyyibi -Rahimahullah- berkata: Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- membuat permisalan untuk orang yang terkena taklif (beban syariat) berupa seorang pedagang yang memiliki modal yang berharap mendapat keuntungan disertai dengan tetap utuhnya modal. Untuk merealisasikan ini dia harus memilih orang yang akan diajak berinteraksi, berlaku jujur dan berhati-hati agar tidak tertipu. Dalam hadits ini kesehatan dan waktu luang adalah modal dan dia harus berinteraksi dengan Allah  –Subhanahu wa Ta’ala- dengan mengimani-Nya dan semangat beribadah serta berhati-hati dari musuh agama ini agar mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. Hal ini hampir senada dengan firman Allah  –Subhanahu wa Ta’ala-:

 “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? (yaitu) beriman kepada Allah dan RosulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.”  (QS. ash-Shoff [61]: 10-11).

Al-Qodi Abu Bakar Ibnul Arobi -Rahimahullah- berkata: para ulama berbeda pendapat tentang nikmat apa yang pertama kali dianugerahkan oleh Allah  –Subhanahu wa Ta’ala- pada hamba-Nya, ada yang berpendapat ia adalah “iman”, ada yang berpendapat “kehidupan” dan ada juga yang berpendapat “kesehatan”.

Jenis kenikmatan pertama adalah kenikmatan terbesar karena kenikmatan iman adalah kenikmatan mutlak, adapun kenikmatan hidup dan kesehatan adalah kenikmatan dunia, dan tidak menjadi nikmat hakiki kecuali diiringi dengan keimanan. Untuk itu banyak manusia yang tertipu artinya keuntungannya hilang atau berkurang.

Syaikh Ibnu Baz -Rahimahullah-, berkata ketika menjelaskan hadits ini: mayoritas manusia menggunakan kesehatan dan waktu luangnya dengan agenda yang tidak berfaidah. Mayoritas mereka tidak menggunakan nikmat sehat dan luangnya untuk ber-taqarrub kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala- atau bahkan tidak pula menggunakannya untuk kebaikan dunia, orang yang seperti ini dikatakan orang yang tertipu dan merugi. Adapun seorang mukmin sejati dia harus berusaha semaksimal mungkin menggunakan nikmat ini untuk meraih ridho Allah –Subhanahu wa Ta’ala- dan usaha-usaha yang akan memberikan manfaat untuk dirinya seperti berniaga dan berbagai usaha halal, memperbanyak puasa dan sholat & zikir dan taat, mengunjungi orang sakit, amar ma’ruf nahi munkar, berdakwah pada jalan Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, dan seluruh usaha kebaikan dunia dan akherat yang lain.

Seorang muslim harus menyibukan dirinya dengan amalan yang diridoi Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, dan yang bermanfaat di dunia dari hal-hal yang dihalalkan. Jika meninggalkan kedua nikmat ini dan tidak menggunakan untuk hal-hal yang bermanfaat maka dia telah tertipu. Tertipunya manusia dalam masalah ini terkadang sampai pada derajat haram dan terkadang tidak membahayakannya. Jika kesehatan dan waktu luangnya tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala-  dan tetap melaksanakan kewajiban maka dia tidak berbahaya, akan tetapi jika menyebabkan bermaksiat pada Allah –Subhanahu wa Ta’ala-  maka hal itu akan membahayakannya.

Pada zaman ini banyak sekali orang-orang yang jelas-jelas tertipu sehingga tidak menggunakan kesehatan dan waktu luangnya untuk ber-taqarrub (mendekat dengan beribadah) kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala-. Pemuda yang meninggalkan sholat bahkan menghabiskan waktu malamnya hanya untuk ngobrol, pemudi yang membuka aurat di sepanjang jalan, orang tua yang masih meninggalkan sholat, dan berbagai kemaksiatan lainnya yang tersebar di masyarakat.

Jika nikmat uang yang sesaat hilang saja, manusia rela bersusah payah menjaganya. Lantas, bagaimana dengan dua nikmat yang jauh lebih berharga dari sekedar uang? Seharusnya manusia manusia jauh lebih berhati-hati.

WAllahu a’lam…

Agar Mudah Shalat Malam

31 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Mudah Shalat Malam

Di antara tanda-tanda meningkatnya iman seseorang adalah hatinya selalu cenderung untuk melakukan ketaatan kepada Allah .Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah  adalah dengan berusaha melakukan amal ibadah yang sangat dicintai dan diridhoi-Nya.Di antara amalan-amalan yang paling dicintai, diridhoi, dan... baca selengkapnya

Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

Islam merupakan agama yang sempurna bagi umat manusia. Salah satu kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan. Dengan kejujuran, manusia menjadi penuh kemuliaan. Jujur memang sebuah perkara yang membutuhkan keberanian dari pelakunya. Dikarenakan jujur terkadang... baca selengkapnya

Agar Berbicara Bernilai Pahala

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Berbicara Bernilai Pahala

Berbicara merupakan karunia Alloh  yang sangat luar biasa kepada para hamba-Nya. Ada sebagian manusia terlahir di dunia ini dalam kondisi bisu dan merindukan bicara walau sepatah kata. Namun bagi banyak orang, berbicara seringkali menjadi sumber petaka karena lisannya tidak... baca selengkapnya

Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

رَبِّأَدْخِلْنِيمُدْخَلَصِدْقٍوَأَخْرِجْنِيمُخْرَجَصِدْقٍوَاجْعَلْلِيمِنْلَدُنْكَسُلْطَانًانَصِيرًا “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. al-Isra : 80) Dalam ayat ini, Allah -subahanahu wa ta’ala-... baca selengkapnya

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Kategori : Blog
Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran. Kejujuran bisa dibilang adalah harta... baca selengkapnya

  • belanjamahal
    @Ina_Rosma_ariana :Sama-sama. Semoga semua buku yang Anda beli bisa bermanfaat bagi Anda, keluarga serta orang »
  • Ina Rosma Ariana
    Paket bukunya sudah diterima semua,,, terima kasih banyak,,, pelayanannya memuaskan & cepat. Maaf bngt bar »
  • belanjamahal
    @ Andi Muhammad Cakra D... Alhamdulillah.... Semoga Buku & al-Qur'an nya bisa bermanfaat dunia dan Akhirat.... »
  • Andi Muhammad Cakra D.
    Asslamualaikum wr. wb. baru OL susah jaringan di BOMBANA sulawesi tenggara, tp alhamdulillah kiriman buku dan »
  • belanjamahal
    Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh... Alhamdulillah.. Kami turut bahagia, semoga alqur'an dan bukuny »

Buku Pilihan

Pilih Kategori

Arsip

Statistik Web

Flag Counter

Trafik

0001879587
  • Hari ini:1130
  • Minggu ini:5798
  • Bulan ini:9158
  • Total1879587
Users Online: 2
Kurma Premium

Produk Herbal