Saturday, 16 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah mengirim lebih dari 10.000 paket ke berbagai kota di Indonesia dan ke beberapa Negara, dan masih terus bertambah InsyaAllah. *Update Agustus 2016.
Home » Blog » Membangun Tradisi Kejujuran
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Category : Blog

Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran.

Kejujuran bisa dibilang adalah harta termahal yang hari ini sangat langka dan terbilang cukup sulit didapati. Ia adalah kompetensi yang dicari oleh semua pebisnis. Apapun bentuk usaha yang dilakoni, tanpa kejujuran pelakunya niscaya tak kan lama bertahan. Kalaupun ada yangmasih dikunjungi pembeli, pasti hanya akan menambah panjang deret orang yang menelan kekecewaan.

Ketidakjujuran adalah sebuah keburukan. Karena itulahsecara normal semua orang pasti tidak menyukainya. Seorang pimpinan perusahaan selalu mencari karyawan yang jujur. Bahkan untuk menjaga eksistensi perusahaannya, ia akan memasukkan kejujuran sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki oleh orang kepercayaannya. Berapa banyak pengusaha yang telah men-deleteorang yang tak jujur dari daftar pegawainya.

Demikian pula halnya, para orangtua juga tak mau memiliki anak yang tidak jujur. Rasa was-was dan khawatir pasti selalu menyelimuti merekajika memiliki anak yang tak jujur. Betapa tidak, jika perilaku sang anak sudah terbungkus oleh ketidakjujuran, maka kehormatan keluarga cepat atau lambat akan tercoreng. Perilaku baik dan penurut di depan orang tuanyahanya menjadi kamuflase atas tindak penyimpangan bersama komunitas pergaulannya.

Kejujuran adalah salah satu akhlak mulia yang sangat ditekankan di dalam Islam. Seorang muslim harus berlaku jujur, baik kepada Allah –Subahanahu wa Ta’ala-, kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

“Hendaknya kalian berlaku jujur. Karena kejujuran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun ke surga”(HR. Bukhari dan Muslim).

Kejujuran adalah karakter seorang mukmin. Adapun kebalikannya yaitu kedustaan adalah karakter seorang munafik, sebagaimana dalam sabda Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam-:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik ada tiga; jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat”. (Muttafaq ‘alaih).

Kedustaan dalam perkataan, mengingkari janji dan mengkhianati amanah yang menghiasi perilaku seorang munafik adalah bentuk-bentuk ketidakjujuran.

Adapun seorang mukmin, ia selalu bertindak jujur dalam segala hal. Setiap amalnya dibangun diatas pondasi keikhlasan. Niatnya benar karena Allah, bukan karena dorongan minta dipuji (riya atau sum’ah) atau yang lainnya. Ia jujur dalam niatnya. Ia beramal karena konsekwensi imannya. Ia beriman kepada Allah, tunduk dan taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Apa yang tampak dalam amal lahiriahnya adalah realisasi dari apa yang terkandung dalam hatinya. Ia jujur dalam amalnya.

Kondisi ini sangat berbeda dengan orang yang munafik. Adapun seorang munafik, ia tampil sebagai orang yang taat kepada syariah Islam, namunhatinya menyembunyikan kebencian. Apa yang dipendam dalam hatinya berbeda dengan yang tampak di permukaan.

Kejujuran; Tradisi Islam yang Luhur

Rasulullah senantiasa menuntun umatnya untuk membangun tradisi kejujuran dalam segala hal. Dalam banyak kesempatan beliau menuntun umatnya berhias diri dengan akhlak mulia ini.

Dalam berniaga, beliauberpesan agar kejujuran dimiliki oleh setiap pelaku bisnis, baik ia bertindak sebagai penjual maupun pembeli. Perniagaan yang diberkahi adalah yang dilakukan dengan penuh kejujuran. Beliau bersabda:

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Dua orang yang berjual beli itu boleh saling memilih selama belum berpisah. Jika keduanya jujur dan berterus terang mereka akan diberkahi dalam jual beli itu. Jika keduanya bohong dan menyembunyikan cacat maka hilanglah keberkahan jual beli mereka”.(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hal pendidikan anak, Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- berpesan kepada orangtua agar berlaku jujur walaupun kepada anak mereka yang masih kecil. Keluguan mereka bukanlah alasan bagi sang orang tua membubuhi kedustaan dalam mendidik mereka.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir –Radhiyallahu ‘anhu- ia bercerita, “Suatu hari Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- datang ke rumah kami, saat itu aku masih kanak-kanak. Lalu aku beranjak hendak bermain. Ibuku lalu berkata: “Wahai Abdulloh, kemarilah, aku akan memberimu sesuatu!”. Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- lalu bertanya kepadanya: ”Apa yang akan kau berikan kepada anakmu?”. Ibuku menjawab: “Aku akan memberinya kurma”. Lalu Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda: “Jika engkau tidak memberinya maka dicatat bagimu sebuah kedustaan”. (HR. Ahmad)

Dalam berbicara, beliau juga berpesan agar kita hanya membicarakan suatu kebaikan. Ucapan yang baik harus selalu mewarnai lisan kita. Jika tidak demikian, maka diam menjadi satu-satunya pilihan. Beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau ia diam”(HR. Bukhori dan Muslim).

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدَ أَلْسِنَتِهِم

“Bukankah manusia ditelungkupkan wajah-wajah mereka di neraka karena akibat ucapan lisan-lisan mereka?” (HR. Tirmidzi).

Sungguh indah dan sangat sempurna pendidikan Islam. Setiap bentuk perilaku kita dituntun dengan begitu apik.Tak ada yang terlewatkan.

Kalau saja setiap mukmin berupaya menghiasi diri dengan nilai-nilai Islam dan membangun tradisinya yang luhur, sejak niat yang diluruskan, ucapan yang diwarnai kejujuran, dan perbuatan yang selaras dengan tuntunan iman, niscaya berbagai bentuk keberkahan akan menyeruak di tengah masyarakat.

Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:

“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan perbuatan mereka.”(QS. al-A’rof [7]: 96)

WAllahu a’lam bisshowab

Agar Mudah Shalat Malam

31 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Mudah Shalat Malam

Di antara tanda-tanda meningkatnya iman seseorang adalah hatinya selalu cenderung untuk melakukan ketaatan kepada Allah .Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah  adalah dengan berusaha melakukan amal ibadah yang sangat dicintai dan diridhoi-Nya.Di antara amalan-amalan yang paling dicintai, diridhoi, dan... baca selengkapnya

Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

Islam merupakan agama yang sempurna bagi umat manusia. Salah satu kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan. Dengan kejujuran, manusia menjadi penuh kemuliaan. Jujur memang sebuah perkara yang membutuhkan keberanian dari pelakunya. Dikarenakan jujur terkadang... baca selengkapnya

Agar Berbicara Bernilai Pahala

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Berbicara Bernilai Pahala

Berbicara merupakan karunia Alloh  yang sangat luar biasa kepada para hamba-Nya. Ada sebagian manusia terlahir di dunia ini dalam kondisi bisu dan merindukan bicara walau sepatah kata. Namun bagi banyak orang, berbicara seringkali menjadi sumber petaka karena lisannya tidak... baca selengkapnya

Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

رَبِّأَدْخِلْنِيمُدْخَلَصِدْقٍوَأَخْرِجْنِيمُخْرَجَصِدْقٍوَاجْعَلْلِيمِنْلَدُنْكَسُلْطَانًانَصِيرًا “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. al-Isra : 80) Dalam ayat ini, Allah -subahanahu wa ta’ala-... baca selengkapnya

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Kategori : Blog
Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran. Kejujuran bisa dibilang adalah harta... baca selengkapnya

  • belanjamahal
    @Ina_Rosma_ariana :Sama-sama. Semoga semua buku yang Anda beli bisa bermanfaat bagi Anda, keluarga serta orang »
  • Ina Rosma Ariana
    Paket bukunya sudah diterima semua,,, terima kasih banyak,,, pelayanannya memuaskan & cepat. Maaf bngt bar »
  • belanjamahal
    @ Andi Muhammad Cakra D... Alhamdulillah.... Semoga Buku & al-Qur'an nya bisa bermanfaat dunia dan Akhirat.... »
  • Andi Muhammad Cakra D.
    Asslamualaikum wr. wb. baru OL susah jaringan di BOMBANA sulawesi tenggara, tp alhamdulillah kiriman buku dan »
  • belanjamahal
    Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh... Alhamdulillah.. Kami turut bahagia, semoga alqur'an dan bukuny »

Buku Pilihan

Pilih Kategori

Arsip

Statistik Web

Flag Counter

Trafik

0001879586
  • Hari ini:1129
  • Minggu ini:5797
  • Bulan ini:9157
  • Total1879586
Users Online: 2
Kurma Premium

Produk Herbal