Saturday, 16 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah mengirim lebih dari 10.000 paket ke berbagai kota di Indonesia dan ke beberapa Negara, dan masih terus bertambah InsyaAllah. *Update Agustus 2016.
Home » Blog » Kadang, Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Kadang, Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau

18 November , 2014 , Category : Blog

Kadang, Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau

Ketika saya pulang dari sebuah perjalanan dengan menaiki angkot. Di mobil angkot itu saya mendengarkan obrolan dua orang penumpang yang sedang ngobrol tentang apa yang ada dalam pikiran mereka. Mereka berdua adalah bertetangga, hingga akhirnya mereka mulai membandingkan kondisi masing-masing.

Orang pertama bilang bahwa ia bekerja pada sebuah perusahaan berangkat pagi-pagi dan pulang malam hari, sehingga tidak ada banyak waktu dengan keluarga dan ingin sekali bisa meluangkan waktu lebih banyak dengan anak-anak dan keluarganya. Dan ia merasa lebih baik kalau berhenti dari pekerjaannya dan membuka usaha sendiri di rumah.

Sementara orang kedua yang punya usaha di rumah, punya banyak sekali waktu dengan anak-anak dan keluarga, tapi tidak puas dengan penghasilannya dibandingkan tetangganya itu yang kerja di perusahaan dan terkadang ia bosan dengan suasana di rumah dan ingin kerja di luar seperti tetangganya. Ya… begitulah yang namanya manusia, tidak ada yang  sempurna dan tidak akan merasa puas dengan apa yang ada.

Dari obrolan singkat kedua orang itu dapat kita simpulkan bahwa “rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau daripada rumput halaman sendiri”. Jika  diartikan banyak mengandung arti yang berbeda-beda secara umum, seperti:

  • Ingin jabatan seperti si A yang cukup bergengsi dan lainnya.
  • Mau punya kendaraan, rumah, dan kekayaan seperti si C , D dan E.
  • Tidak suka dengan kerjaan sekarang mau cari kerjaan seperti si F yang menurutnya lebih bagus.
  • Merasa akan lebih bahagia kalau bisa menikahi istri atau suaminya si J.
  • Berambisi untuk bisa menyaingi atau melebihi si L padahal awalnya cuma mau melebihi si K.

Begitulah seterusnya begitu banyak keinginan manusia, jika dituruti tidak akan ada habisnya. Kehidupan orang lain itu selalu terlihat lebih baik daripada kehidupan kita sendiri. Padahal kita tidak tahu kenyataan apa yang terjadi di balik itu. Mungkin kelihatannya kehidupan seseorang terlihat lebih baik, padahal di balik itu bisa saja ada masalah yang lebih besar daripada yang kita alami. Boleh jadi seseorang itu terlihat bahagia tapi hati seseorang sebenarnya siapa yang tahu. Karena kebahagiaan setiap manusia ada pada apa yang ada di dadanya. Jika dadanya sempit maka dunia akan terasa sempit, dan jika dadanya lapang maka dunia akan menjadi lapang.

Intinya adalah berhentilah membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain. Dan janganlah hanya melihat kepada orang yang lebih dari sisi dunia, karena hal ini dilarang. Marilah kita renungi nasihat Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah -Radhiyallahu-, ia berkata, Nabi –Shalallahu ‘alahi wa Sallam- bersabda :

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena (yang demikian itu) lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah (yang telah dianugerahkan) kepada kalian.”  (HR. Bukhori, Muslim dan Tirmidzi).

Banyak faidah yang dapat kita ambil dari hadits di atas, diantaranya adalah :

  1. Ketika kita menjumpai orang yang berada di atas kita dalam perkara-perkara dunia, hendaknya kita melihat kepada orang yang lebih rendah dari kita.
  2. Sesungguhnya Allah –Subhanahu wa Ta’ala- menjadikan di antara hamba-hamba-Nya bertingkat-tingkat ada yang miskin dan ada yang kaya, semua ini tentunya dengan hikmah dan keadilan-Nya Yang Maha Agung lagi Maha Tahu.
  3. Kewajiban para hamba bukanlah membanding-bandingkan nikmat Allah–Subhanahu wa Ta’ala- yang diberikan kepada setiap hamba, akan tetapi setiap hamba hendaknya selalu bersyukur atas nikmat Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, baik pada nikmat yang besar maupun nikmat yang kecil.
  4. Bersyukur kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, yang meliputi 3 syarat, yaitu :
  5. Menyandarkan nikmat itu hanya pada Allah.
  6. Mengakui bahwa nikmat itu berasal dari Allahdan bukan semata-mata dari kemampuan dirinya sendiri.
  7. Menggunakan nikmat-nikmat tersebut dalam perkara-perkara ketaatan kepada Allah–Subhanahu wa Ta’ala- bukan dalam perkara-perkara maksiat.
  8. Rasulullah–Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- memberikan tuntunan agar kita tidak kufur terhadap nikmat Allah –Subhanahu wa Ta’ala-. Karena kebanyakan manusia ingkar terhadap nikmat Allah –Subhanahu wa Ta’ala- disebabkan selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi dari dirinya dalam perkara dunia.
  9. Sesungguhnya bukanlah seorang hamba itu tidak diberi nikmat oleh Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, namun karena hamba itu selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi dari dirinya dalam perkara dunia, sehingga akibatnya dia selalu merasa kurang dan tak pernah merasa puas.
  10. Hendaknya melihat kepada orang-orang yang lebih fakir dan miskin sehingga kita akan lebih bersyukur kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala, yang dengannya akan mendorong kita untuk bershodaqoh kepada mereka.
  11. Sesungguhnya dunia ini bukanlah diciptakan untuk kepuasan akan tetapi dunia ini diciptakan sebagai tempat untukmenguji hamba-hamba-Nya.
  12. Kepuasan yang hakiki itu diraih dari apa-apa yang ada di sisi Allah, karena sesungguhnya segala yang ada di dunia ini akan binasa.
  13. Namun ketika seseorang mengejar perkara-perkara agama/akhirat, hendaknya ia senantiasa melihat kepada orang yang lebih tinggi ilmunya dan lebih baik ibadahnya. Sehingga ia tidak pasrah dengan kekurangannya dalam mengejar perkara-perkara agama/akhirat, akan tetapi ia bersemangat  dan terdorong  untuk berlomba-lomba (bersegera) dalam melaksanakan ibadah.

WAllahu ta’ala a’lam…

Agar Mudah Shalat Malam

31 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Mudah Shalat Malam

Di antara tanda-tanda meningkatnya iman seseorang adalah hatinya selalu cenderung untuk melakukan ketaatan kepada Allah .Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah  adalah dengan berusaha melakukan amal ibadah yang sangat dicintai dan diridhoi-Nya.Di antara amalan-amalan yang paling dicintai, diridhoi, dan... baca selengkapnya

Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

Islam merupakan agama yang sempurna bagi umat manusia. Salah satu kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan. Dengan kejujuran, manusia menjadi penuh kemuliaan. Jujur memang sebuah perkara yang membutuhkan keberanian dari pelakunya. Dikarenakan jujur terkadang... baca selengkapnya

Agar Berbicara Bernilai Pahala

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Berbicara Bernilai Pahala

Berbicara merupakan karunia Alloh  yang sangat luar biasa kepada para hamba-Nya. Ada sebagian manusia terlahir di dunia ini dalam kondisi bisu dan merindukan bicara walau sepatah kata. Namun bagi banyak orang, berbicara seringkali menjadi sumber petaka karena lisannya tidak... baca selengkapnya

Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

رَبِّأَدْخِلْنِيمُدْخَلَصِدْقٍوَأَخْرِجْنِيمُخْرَجَصِدْقٍوَاجْعَلْلِيمِنْلَدُنْكَسُلْطَانًانَصِيرًا “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. al-Isra : 80) Dalam ayat ini, Allah -subahanahu wa ta’ala-... baca selengkapnya

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Kategori : Blog
Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran. Kejujuran bisa dibilang adalah harta... baca selengkapnya

  • belanjamahal
    @Ina_Rosma_ariana :Sama-sama. Semoga semua buku yang Anda beli bisa bermanfaat bagi Anda, keluarga serta orang »
  • Ina Rosma Ariana
    Paket bukunya sudah diterima semua,,, terima kasih banyak,,, pelayanannya memuaskan & cepat. Maaf bngt bar »
  • belanjamahal
    @ Andi Muhammad Cakra D... Alhamdulillah.... Semoga Buku & al-Qur'an nya bisa bermanfaat dunia dan Akhirat.... »
  • Andi Muhammad Cakra D.
    Asslamualaikum wr. wb. baru OL susah jaringan di BOMBANA sulawesi tenggara, tp alhamdulillah kiriman buku dan »
  • belanjamahal
    Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh... Alhamdulillah.. Kami turut bahagia, semoga alqur'an dan bukuny »

Buku Pilihan

Pilih Kategori

Arsip

Statistik Web

Flag Counter

Trafik

0001879585
  • Hari ini:1128
  • Minggu ini:5796
  • Bulan ini:9156
  • Total1879585
Users Online: 2
Kurma Premium

Produk Herbal