Saturday, 16 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah mengirim lebih dari 10.000 paket ke berbagai kota di Indonesia dan ke beberapa Negara, dan masih terus bertambah InsyaAllah. *Update Agustus 2016.
Home » Blog » Hukum Nikah Beda Agama
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Hukum Nikah Beda Agama

14 January , 2015 , Category : Blog

Hukum Nikah Beda Agama

Salah satu tujuan pernikahan adalah menjaga kesucian diri dan agama. Oleh karena itu, Islam menuntun umatnya untuk menjadikan agama seseorang sebagai standar utama dalam memilih calon pasangan hidup. Sekalipun demikian, bukan berarti dilarang untuk mempertimbangkan ketampanan, kecantikan, kedudukan, keturunan, dan lain sebagainya. Hanya saja faktor agama menjadi penentu atas berbagai pertimbangan manusia dalam memilih pasangan hidup.

Abu Hurairah –Radhiyallahu ‘anhu- meriwayatkan bahwa Rosululloh –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda, “Seorang wanita itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah olehmu yang kuat agamanya niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Di zaman modern ini, banyak ummat Islam yang tidak peduli lagi mempertimbangkan keagamaan dalam memilih pasangan hidup. Nikah beda agama seakan-akan menjadi trend di sebagian kalangan, khususnya selebritis. Ditambah dengan tersebarnya pemikiran ngawur dari kaum Liberal yang menghalalkan nikah beda agama karena mereka menganggap bahwa semua agama itu benar. Nikah beda agama pun sering dijadikan modus pemurtadan seorang muslim atau muslimah.

Masalah nikah beda agama banyak dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Bahkan, tidak sedikit dari kalangan ulama yang menukil ijma’ akan haramnya pernikahan antara wanita muslimah dengan lelaki non muslim. Imam al-Qurthubi -Rahimahullah- berkata, “Ummat ini telah berijma’ bahwa orang musyrik tidak boleh menikahi wanita muslimah.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an).

Sayyid Sabiq -Rahimahullah- berkata, “Ulama sepakat bahwa tidak halal bagi seorang muslim menikah dengan wanita penyembah berhala (paganis), wanita zindiq, murtad, penyembah sapi, wanita yang berkeyakinan dengan sekte ibahah (serba boleh, liberalisme) seperti wujudiyah dan sebagainya yang merupakan bagian dari sekte Atheis.” (Fiqhussunnah, Jilid 2, hlm. 167).

Adapun landasan dalil larangan nikah beda agama adalah firman Allah  dalam al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 221:

“Janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hati kalian, dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hati kalian. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya, dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. al-Baqoroh [2]: 221)

Imam Ibnu Katsir -Rahimahullah- menjelaskan bahwa ayat ini adalah dalil pengharaman dari Allah -Rahimahullah-  atas orang-orang beriman untuk menikahi wanita-wanita musyrik dari kalangan penyembah berhala. Sekalipun maksud pengharaman ini berlaku secara umum, termasuk di dalamnya setiap orang-orang musyrik dari kalangan wanita Ahli kitab dan penyembah berhala. Hanya saja, wanita Ahli kitab secara khusus tidak termasuk karena adanya dalil yang mengkhususkan sebagaimana firman Allah –Subhanahu wa Ta’ala-:

Dihalalkan menikahi wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan di antara orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kalian...  (QS. al-Maidah [5]: 5).

Ibnu Abbas –Radhiyallahu ‘anhu- berpendapat bahwa wanita-wanita dari kalangan Ahli kitab dikecualikan dari kategori wanita musyrik yang dilarang untuk dinikahi oleh seorang muslim. Selain Ibnu Abbas–Radhiyallahu ‘anhu-, ada beberapa ulama dari kalangan tabi’in yang berpendapat demikian, mereka adalah Mujahid -Rahimahullah-, Ikrimah -Rahimahullah-, Said bin Jubair -Rahimahullah-, Makhul -Rahimahullah-, al-Hasan -Rahimahullah-, ad-Dhahak -Rahimahullah-, Zaid bin Aslam -Rahimahullah-, ar-Robi bin Anas -Rahimahullah-  dan lain-lain. Bahkan Ibnu Katsir -Rahimahullah- menyatakan bahwa ath-Thobari -Rahimahullah- telah menukil ijma’ tentang bolehnya seorang muslim menikahi wanita ahli kitab.

Banyak ulama-ulama empat mazhab dalam Islam yang menjelaskan bahwa haram hukumnya seorang muslimah menikah dengan lelaki non muslim, dan haram hukumnya seorang lelaki muslim menikahi wanita non muslim kecuali wanita merdeka yang menjaga kesuciannya dari kalangan Ahli kitab. Untuk lebih jelasnya berikut adalah penjelasan ulama empat mazhab dalam masalah ini:

  1. Al-Kasani -Rahimahullah-, seorang ulama mazhab Hanafi dalam kitab al-Bada’i al-Shona’i berkata, “Keumuman nash menunjukkan haramnya menikahi seluruh wanita musyrik kecuali yang dikhususnya oleh nash lain, yaitu wanita merdeka dari kalangan Ahli kitab.”
  2. Imam Ibnu Rusyd -Rahimahullah-, seorang ulama mazhab Maliki dalam kitab Bidayah al-Mujtahid berkata, “Para ulama sepakat tidak bolehnya bagi seorang muslim menikahi wanita penyembah berhala… Para ulama juga sepakat bolehnya seorang muslim menikahi wanita Ahli kitab yang merdeka kecuali yang diriwayatkan dari Ibnu Umar.”
  3. Imam as-Syafii -Rahimahullah- dalam kitab al-Umm berkata, “Wanita-wanita muslimah haram hukumnya atas orang-orang musyrik berdasarkan al-Qur’an bagaimanapun kondisinya, begitupula bagi lelaki musyrik dari Ahli kitab… Sepengetahuan saya tidak ada perselisihan masalah ini.”
  4. Imam Al-Mawardi –Rahimahullah-, seorang ulama dari mazhab as-Syafii dalam kitab al-Hawi al-Kabir menjelaskan bahwa seorang wanita muslimah tidak dihalalkan untuk lelaki kafir bagaimanapun keadaannya, baik lelaki kafir tersebut Ahli kitab maupun penyembah berhala. Adapun bagi seorang muslim, dihalalkan baginya wanita kafir Ahli kitab dari Yahudi dan Nashrani, dan diharamkan bagi mereka wanita-wanita musyrik selain Ahli kitab.
  5. Imam Abdullah bin Qudamah -Rahimahullah-, seorang ulama mazhab Hambali dalam kitab al-Umdah Syarh al-Umdah, hlm. 376 berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita muslimah menikah dengan lelaki kafir dalam kondisi apapun. Tidak halal pula bagi seorang muslim menikah dengan wanita kafir (non muslim) kecuali wanita merdeka dari kalangan Ahli Kitab.”

Adapun yang dimaksud dengan wanita Ahli kitab adalah wanita yang beragama Yahudi dan Nashrani dari kalangan Bani Isroil. Penyebutan kaum Yahudi dan Nashrani dengan Ahli kitab karena Allah –Subhanahu wa Ta’ala- menurunkan kepada meraka kitab Taurat dan Injil sebagaimana dalam QS. al-An’am ayat 156.

Imam Al-Baghowi -Rahimahullah- menerangkan bahwa para ulama berselisih pendapat tentang makna (المُحْصَنَاتِ), menurut beliau mayoritas ulama berpendapat bahwa maksudnya adalah wanita merdeka. Wahbah bin Musthofa az-Zuhaili dalam kitab fiqihnya menyebutkan bahwa maksudnya adalah wanita Ahli kitab  yang menjaga kesucian dirinya, dan maksud menikahi wanita yang menjaga kesucian dirinya adalah agar benar-benar merasakan kasih sayang antara suami istri sehingga merasakan ketenangan dan ketentraman hidup.

Dalam catatan sejarah, ada beberapa sahabat Nabi –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- yang menikahi wanita Ahli kitab. Utsman –Radhiyallahu ‘anhu- menikahi Nailah binti Furofishoh, kemudian pada akhirnya masuk Islam oleh Utsman –Radhiyallahu ‘anhu-. Thalhah bin Ubaidillah –Radhiyallahu ‘anhu- menikahi wanita Nashrani, dan Hudzaifah –Radhiyallahu ‘anhu- menikah seorang wanita Yahudi.

Di antara hikmah dibolehkannya menikahi wanita ahli kitab adalah untuk menghilangkan dinding penyekat antara Ahli Kitab dengan Islam, sehingga membuka adanya kesempatan untuk belajar Islam, mengetahui hakikat kemuliaan ajaran Islam, dan lain sebagainya. Karena di dalam pernikahan  ada hubungan pembauran, dan keakraban antara sebagian keluarga dengan sebagian yang lain. WAllahu ta’ala a’lam

Agar Mudah Shalat Malam

31 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Mudah Shalat Malam

Di antara tanda-tanda meningkatnya iman seseorang adalah hatinya selalu cenderung untuk melakukan ketaatan kepada Allah .Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah  adalah dengan berusaha melakukan amal ibadah yang sangat dicintai dan diridhoi-Nya.Di antara amalan-amalan yang paling dicintai, diridhoi, dan... baca selengkapnya

Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

Islam merupakan agama yang sempurna bagi umat manusia. Salah satu kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan. Dengan kejujuran, manusia menjadi penuh kemuliaan. Jujur memang sebuah perkara yang membutuhkan keberanian dari pelakunya. Dikarenakan jujur terkadang... baca selengkapnya

Agar Berbicara Bernilai Pahala

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Berbicara Bernilai Pahala

Berbicara merupakan karunia Alloh  yang sangat luar biasa kepada para hamba-Nya. Ada sebagian manusia terlahir di dunia ini dalam kondisi bisu dan merindukan bicara walau sepatah kata. Namun bagi banyak orang, berbicara seringkali menjadi sumber petaka karena lisannya tidak... baca selengkapnya

Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

رَبِّأَدْخِلْنِيمُدْخَلَصِدْقٍوَأَخْرِجْنِيمُخْرَجَصِدْقٍوَاجْعَلْلِيمِنْلَدُنْكَسُلْطَانًانَصِيرًا “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. al-Isra : 80) Dalam ayat ini, Allah -subahanahu wa ta’ala-... baca selengkapnya

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Kategori : Blog
Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran. Kejujuran bisa dibilang adalah harta... baca selengkapnya

  • belanjamahal
    @Ina_Rosma_ariana :Sama-sama. Semoga semua buku yang Anda beli bisa bermanfaat bagi Anda, keluarga serta orang »
  • Ina Rosma Ariana
    Paket bukunya sudah diterima semua,,, terima kasih banyak,,, pelayanannya memuaskan & cepat. Maaf bngt bar »
  • belanjamahal
    @ Andi Muhammad Cakra D... Alhamdulillah.... Semoga Buku & al-Qur'an nya bisa bermanfaat dunia dan Akhirat.... »
  • Andi Muhammad Cakra D.
    Asslamualaikum wr. wb. baru OL susah jaringan di BOMBANA sulawesi tenggara, tp alhamdulillah kiriman buku dan »
  • belanjamahal
    Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh... Alhamdulillah.. Kami turut bahagia, semoga alqur'an dan bukuny »

Buku Pilihan

Pilih Kategori

Arsip

Statistik Web

Flag Counter

Trafik

0001879592
  • Hari ini:1135
  • Minggu ini:5803
  • Bulan ini:9163
  • Total1879592
Users Online: 2
Kurma Premium

Produk Herbal