Saturday, 16 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah mengirim lebih dari 10.000 paket ke berbagai kota di Indonesia dan ke beberapa Negara, dan masih terus bertambah InsyaAllah. *Update Agustus 2016.
Home » Blog » Dakwah Profesi Bergengsi
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Dakwah Profesi Bergengsi

17 November , 2014 , Category : Blog

Dakwah Profesi Bergengsi

Banyak kaum muslimin yang mengidam-idamkan pekerjaan yang mapan lagi bergengsi agar dapat terkenal dan dikagumi. Dalam berkarier di pemerintahan banyak yang bercita-cita menjadi pejabat biar menjadi konglomerat. Yang mengais rezeki di bidang swasta dengan aneka kerja pun bercita-cita menjadi pengusaha yang sukses memiliki aset dan harta benda yang tak terhingga. Memang tidak tercela jika diniatkan untuk menolong agama Islam yang mulia, namun kenyataannya tidak sedikit yang tergelincir, terbuai dan akhirnya menjadi lupa dikarenakan tingginya tahta dan banyaknya harta.

Demikianlah fakta dunia kerja dalam mencari harta. Padahal profesi bergengsi adalah yang dijalani oleh para nabi. Jika seandainya ada suatu profesi yang lebih mulia dan berharga daripada dakwah niscaya para Nabi akan diutus untuk itu. Namun ternyata dakwahlah profesi bergengsi yang sangat istimewa dari Yang Maha Kuasa kepada manusia pilihan-Nya.

Mungkin kita bertanya-tanya kenapa dakwah profesi bergengsi itu? Mari sejenak kita renungkan ayat-ayat dan sabda Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- yang menjelaskan betapa mulia dan istimewa menjadi seorang dai.

Pertama, upah bagi seorang pendakwah hanya Allah –Subhanahu wa Ta’ala- Yang Maha Kaya yang akan memberinya. Tidak ada satupun presiden atau big bos yang dapat menggaji seorang dai sebagai mana gaji yang sudah Allah –Subhanahu wa Ta’ala- tetapkan untuk mereka.

قَالَ رَسُولُ اللهِ  لِعَلِيٍّ: (( فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ ))

Sabda Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- kepada Ali: “Demi Allah, sesungguhnya Allah menghidayahi seseorang dengan dakwahmu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Ibnu Hajar al-‘Asqolani -Rahimahullah- ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa: “Unta merah adalah kendaraan yang sangat mewah dan dibanggakan oleh orang Arab saat itu.”

Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- juga bersabda: “Sesungguhnya Allah memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.(HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Mampukah menghitung jumlah malaikat, semut dan ikan yang ada di jagad raya ini? Bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang dai dengan doa mereka semua.

Imam Tirmidzi -Rahimahullah- setelah menyebutkan hadits tersebut juga mengutip ucapan Fudhail bin ‘Iyadh –Radhiyallahu ‘anhu- yang mengatakan:

عَالِمٌ عَامِلٌ مُعَلِّمٌ يُدْعَى كَبِيرًا فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ

Seorang yang berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya akan dipanggil sebagai orang besar dan mulia di kerajaan langit.”

Kedua, dakwah adalah aktifitas terbaik karena mampu menjaga dan melahirkan keluhuran jiwa kepada pencipta-Nya dan masyarakat sekitarnya. Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahdiri?”  (QS. Fushshilat [41]: 33).

Ibnu Jarir Ath-Thabari -Rahimahullah- mengatakan dalam tafsirnya: Allah menyeru manusia: “Wahai manusia, siapakah yang lebih baik perkataannya selain orang yang mengatakan Robb kami adalah Allah, kemudian istiqomah dengan keimanan itu, berhenti pada perintah dan larangan-Nya, dan berdakwah mengajak hamba-hamba Allah untuk mengatakan apa yang ia katakan dan mengerjakan apa yang ia lakukan.” (Tafsir ath-Thabari, Jami’ul Bayan Fi Ta’wil Al-Quran, 21/468).

Bagaimana tidak akan menjadi ucapan dan aktifitas yang terbaik? Sementara dakwah adalah pekerjaan makhluk terbaik yakni para Nabi dan Rosul –‘Alaihimussalam- .

Sayyid Quthb -Rahimahullah- berkata: “Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal sholih yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang dai kecuali menyampaikan.  Setelah itu tidak pantas kalimat seorang dai kita sikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran. Karena seorang dai datang dan maju membawa kebaikan, sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi…” (Fi Zhilal Al-Quran, 6/295).

Ketiga, Upah/imbalan para pendakwah akan tetap terus mengalir walaupun sang pendakwah telah wafat. SubhanAllah, gaji pensiunan tidak hanya saat usia 55 tahun tetapi upah pahala yang besar disisi Allah terus mengalir di ‘rekening kebaikan’ hingga di yaumul qiyamah. Dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu Nabi –Shalallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda:

 ))مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّـئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْه مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ ))

Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh orang lain, maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontohnya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya.” (HR. Muslim).

SubhanAllah, betapa luar biasa mereka yang berdakwah. Pantaslah Allah  menjadikan dakwah pekerjaan mulia yang dapat dikerjakan siapa saja dengan bermodalkan ilmu syar’i menuntun manusia kejalan Robbani. Semoga Allah anugrahkan kepada kita hidayah sebagai pendakwah yang istiqomah, Amin….

Agar Mudah Shalat Malam

31 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Mudah Shalat Malam

Di antara tanda-tanda meningkatnya iman seseorang adalah hatinya selalu cenderung untuk melakukan ketaatan kepada Allah .Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah  adalah dengan berusaha melakukan amal ibadah yang sangat dicintai dan diridhoi-Nya.Di antara amalan-amalan yang paling dicintai, diridhoi, dan... baca selengkapnya

Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

Islam merupakan agama yang sempurna bagi umat manusia. Salah satu kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan. Dengan kejujuran, manusia menjadi penuh kemuliaan. Jujur memang sebuah perkara yang membutuhkan keberanian dari pelakunya. Dikarenakan jujur terkadang... baca selengkapnya

Agar Berbicara Bernilai Pahala

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Berbicara Bernilai Pahala

Berbicara merupakan karunia Alloh  yang sangat luar biasa kepada para hamba-Nya. Ada sebagian manusia terlahir di dunia ini dalam kondisi bisu dan merindukan bicara walau sepatah kata. Namun bagi banyak orang, berbicara seringkali menjadi sumber petaka karena lisannya tidak... baca selengkapnya

Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

رَبِّأَدْخِلْنِيمُدْخَلَصِدْقٍوَأَخْرِجْنِيمُخْرَجَصِدْقٍوَاجْعَلْلِيمِنْلَدُنْكَسُلْطَانًانَصِيرًا “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. al-Isra : 80) Dalam ayat ini, Allah -subahanahu wa ta’ala-... baca selengkapnya

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Kategori : Blog
Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran. Kejujuran bisa dibilang adalah harta... baca selengkapnya

  • belanjamahal
    @Ina_Rosma_ariana :Sama-sama. Semoga semua buku yang Anda beli bisa bermanfaat bagi Anda, keluarga serta orang »
  • Ina Rosma Ariana
    Paket bukunya sudah diterima semua,,, terima kasih banyak,,, pelayanannya memuaskan & cepat. Maaf bngt bar »
  • belanjamahal
    @ Andi Muhammad Cakra D... Alhamdulillah.... Semoga Buku & al-Qur'an nya bisa bermanfaat dunia dan Akhirat.... »
  • Andi Muhammad Cakra D.
    Asslamualaikum wr. wb. baru OL susah jaringan di BOMBANA sulawesi tenggara, tp alhamdulillah kiriman buku dan »
  • belanjamahal
    Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh... Alhamdulillah.. Kami turut bahagia, semoga alqur'an dan bukuny »

Buku Pilihan

Pilih Kategori

Arsip

Statistik Web

Flag Counter

Trafik

0001879593
  • Hari ini:1136
  • Minggu ini:5804
  • Bulan ini:9164
  • Total1879593
Users Online: 2
Kurma Premium

Produk Herbal