Saturday, 16 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah mengirim lebih dari 10.000 paket ke berbagai kota di Indonesia dan ke beberapa Negara, dan masih terus bertambah InsyaAllah. *Update Agustus 2016.
Home » Blog » Ayo Bejuang…!! Ayo Berkorban…!!
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Ayo Bejuang…!! Ayo Berkorban…!!

8 November , 2014 , Category : Blog

Ayo Bejuang...!! Ayo Berkorban...!!

Manusia pertama yang langsung diciptakan oleh tangan Allah –Subhanahu wa Ta’ala- adalah Nabi Adam –‘Alaihissalam-. Setelah penciptaan bapak dari seluruh manusia untuk pertama dan terakhir kalinya itu, Allah –Subhanahu wa Ta’ala- dengan kehendak dan kekuasan-Nya menciptakan manusia melalui ke laki-laki sampai kepada pertemuan di alam rahim dengan bentuk dan rupa yang berbeda, terjaga di salah satu organ yang kokoh dalam tubuh seorang wanita. Menurut ilmu biologi, air yang terpancar dari seorang laki-laki tersebut menghasilkan lebih dari jutaan sel “calon manusia”, akan tetapi yang bertemu dengan sel telur wanita hanyalah sel yang berhasil melewati perjuangan panjang yang tentunya sangat luar biasa di tempat yang telah ditentukan dengan ke-Maha Kuasaan Allah –Subhanahu wa Ta’ala-.

Perjuangan merupakan satu hal yang tak terhindarkan dari kehidupan seorang manusia. Sebelum ia terlahir ke bumi perjuangan telah dimulai di alam rahim, dilanjutkan dengan perjuangan sang bunda yang mengandungnya, sampai kepada detik-detik perjuangan mengantarkan sang buah hati ke alam dunia. Semua ini terjadi di saat “si manusia kecil” belum mampu untuk berdiri, tak kuasa untuk berjalan, tak memiliki daya dan upaya untuk melakukan segala hal. Di setiap detik yang berharga itu manusia diliputi dengan segala kelemahan, kepayahan dan tak secuilpun berdaya tanpa pertolongan dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Masa-masa kecil tak ada seorang pun yang mampu mengingatnya. Segala memori indah di kala itupun hanyalah kumpulan cerita orang tua yang menyaksikannya. Belajar bicara dengan mulai mengucapkan kata-kata yang sulit tak ada diingatan sama sekali. Pernahkah kita memperhatikan seorang anak yang sedang belajar seperti apa yang dahulu kita pun pernah melakukannya. Penuh perjuangan, ya.. penuh dengan perjuangan walaupun hanya untuk mengeluarkan kata dan huruf yang baru dikenalnya. Terhentikah masa-masa perjuangan kita hanya sampai pada saat itu, yang justru kita belum mampu untuk berpikir panjang dan melakukan banyak hal..?

Penempaan jiwa seorang manusia untuk mampu berjuang bukan hanya di masa kecil. Ingatkah kita bahwa masa itu adalah masa mengenal, mencari dan bermain. Masa emas untuk menempa diri menghirup aroma perjuangan adalah di masa muda. Ingat.. dahulu kita pernah berjuang di alam rahim, tak mengenal lelah untuk belajar berlari, kencang dan sekencang-kencangnya untuk dapat mengungguli teman-teman main di masa riang. Jangan biarkan semangat juang itu meredup dengan datangnya masa-masa emas untuk sebuah perjuangan.

Islam memuliakan para pejuang yang kehidupannya selalu dihiasi oleh tetesan darah perjuangan dalam rangka meninggikan ar-Rohman. Islam pun mempunyai sosok panutan bagi para pejuang. Tak kenal lelah, mengeluh, senantiasa sadar akan kelemahan dirinya, selalu meminta kepada Yang Maha Kuat untuk dikuatkan dan dikokohkan di jalan perjuangan-Nya. Tidak lain beliau adalah Rasulullah –Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam-. Beliau  –Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam- dikelilingi oleh sekelompok pejuang-pejuang muda. Pada suatu ketika Rasulullah –Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam- pernah memerintahkan kepada para sahabatnya –Radhiyallahu ‘anhum- untuk bergegas menuju satu peperangan, padahal saat itu pun belum sempat mengering luka-luka mereka dari peperangan sebelumnya.

Hanya mengharapkan satu janji dari Allah –Subhanahu wa Ta’ala- mereka lupa akan luka-luka menganga di tubuh-tubuh mereka.  Pada kisah penaklukan kota Mekah pun, ketika beberapa hari berselang Rasulullah –Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam- mengutus Kholid ibn Walid a dengan beberapa pasukan berkuda untuk mencari dan menghacurkan berhala-berhala besar yang terdapat di beberapa daerah. Sampai sepulangnya Kholid ibn Walid a dengan tangan hampa, Rasulullah –Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam- kembali bertanya kepada Kholid ibn Walid a sang pemimpin pasukan tersebut, dan memerintahkan kembali untuk tugas yang sama sampai menemukan apa yang diinginkan oleh Rasulullah –Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam-. Tanpa sempat mengambil jatah untuk beristirahat, Kholid ibn Walid a pun kembali bergegas menuju tugas mulia tersebut bersama pasukan berkudanya. Begitulah warna juang kehidupan manusia-manusia percontohan umat ini.

Semua kita adalah pejuang, akan tetapi perjuangan dengan arah dan tujuan yang berbeda-beda. Tak sedikit anak-anak muda yang berani dan bangga mengukir dengan darah-darah mereka untuk merebut gelar “si” penguasa daerah dan penguasa di sekolah. Bersabar dalam berjuang melawan rasa tak enak, pahit, amis, bau busuk rela mereka bayar dengan keindahan hidup hanya untuk menikmati asap-asap dan beberapa saat masuk dalam mimpi bersama buruk “narkoba”. Rela mati demi menyaksikan tampilnya sang idola di hadapan mata. Rasukan setan telah mengelabui pandangan juang mereka. Pengorbanan yang diberikan adalah pengorbanan hampa berbalas dosa.

Melatih diri untuk berjuang bukan hal yang mudah. Mulailah dengan hal yang paling dianggap mudah. Mengorbankan terlelapnya mata untuk bangkit dan bermunajat kepada-Nya di sepertiga malam, membaca satu dan dua halaman al-Qur’an inilah perjuangan yang akan menjadi kenangan-kenangan indah. Bahkan Allah –Subahanahu wa Ta’ala- menuntun umat-Nya untuk senantiasa tak mengenal lelah semasa hidupnya. Terus berjuang diiringi dengan meminta dan mengharap hanya kepada-Nya. Allah –Subahanahu wa Ta’ala- berfirman:

“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Robbmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. al-Insyiroh [94]: 7-8).

Dunia hanya terisi oleh dua jalan, di setiap jalan menuntut pemilihnya untuk berjuang. Perjuangan yang syarat dengan pengorbanan. Allah –Subahanahu wa Ta’ala- mencintai dan akan membalas dengan balasan yang tak berbatas bagi manusia-manusia yang bersabar dalam meniti jalan perjuangan meninggikan kalimat-Nya. Allah –Subahanahu wa Ta’ala- membeli perjuangan dan pengorbanan mereka dengan harga yang tak terpikirkan. Jangan tolehkan pandangan ke jalan juang yang berlawanan dengan jalan ar-Rohman. WAllahu a’lam.

Agar Mudah Shalat Malam

31 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Mudah Shalat Malam

Di antara tanda-tanda meningkatnya iman seseorang adalah hatinya selalu cenderung untuk melakukan ketaatan kepada Allah .Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah  adalah dengan berusaha melakukan amal ibadah yang sangat dicintai dan diridhoi-Nya.Di antara amalan-amalan yang paling dicintai, diridhoi, dan... baca selengkapnya

Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Balasan Bagi Mereka Yang Jujur

Islam merupakan agama yang sempurna bagi umat manusia. Salah satu kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan. Dengan kejujuran, manusia menjadi penuh kemuliaan. Jujur memang sebuah perkara yang membutuhkan keberanian dari pelakunya. Dikarenakan jujur terkadang... baca selengkapnya

Agar Berbicara Bernilai Pahala

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Agar Berbicara Bernilai Pahala

Berbicara merupakan karunia Alloh  yang sangat luar biasa kepada para hamba-Nya. Ada sebagian manusia terlahir di dunia ini dalam kondisi bisu dan merindukan bicara walau sepatah kata. Namun bagi banyak orang, berbicara seringkali menjadi sumber petaka karena lisannya tidak... baca selengkapnya

Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

18 January , 2015 , Kategori : Blog
Do’a Memohon Selalu Dalam Kebenaran

رَبِّأَدْخِلْنِيمُدْخَلَصِدْقٍوَأَخْرِجْنِيمُخْرَجَصِدْقٍوَاجْعَلْلِيمِنْلَدُنْكَسُلْطَانًانَصِيرًا “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. al-Isra : 80) Dalam ayat ini, Allah -subahanahu wa ta’ala-... baca selengkapnya

Membangun Tradisi Kejujuran

15 January , 2015 , Kategori : Blog
Membangun Tradisi Kejujuran

As-Shidq adalah mengatakan atau melakukan kebenaran. As-Shidq diartikan pula perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran. Imam Nawawi -Rahimahullah- mengartikan as-shidq yaitu mengabarkan sesuatu yang sesuai dengan realitanya.Karena itu, as-shidq sering diartikan dengan kejujuran. Kejujuran bisa dibilang adalah harta... baca selengkapnya

  • belanjamahal
    @Ina_Rosma_ariana :Sama-sama. Semoga semua buku yang Anda beli bisa bermanfaat bagi Anda, keluarga serta orang »
  • Ina Rosma Ariana
    Paket bukunya sudah diterima semua,,, terima kasih banyak,,, pelayanannya memuaskan & cepat. Maaf bngt bar »
  • belanjamahal
    @ Andi Muhammad Cakra D... Alhamdulillah.... Semoga Buku & al-Qur'an nya bisa bermanfaat dunia dan Akhirat.... »
  • Andi Muhammad Cakra D.
    Asslamualaikum wr. wb. baru OL susah jaringan di BOMBANA sulawesi tenggara, tp alhamdulillah kiriman buku dan »
  • belanjamahal
    Wa'alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh... Alhamdulillah.. Kami turut bahagia, semoga alqur'an dan bukuny »

Buku Pilihan

Pilih Kategori

Arsip

Statistik Web

Flag Counter

Trafik

0001879590
  • Hari ini:1133
  • Minggu ini:5801
  • Bulan ini:9161
  • Total1879590
Users Online: 2
Kurma Premium

Produk Herbal